Tampilkan postingan dengan label destinasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label destinasi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 09 Oktober 2016

HOT - Meru Betiri : Surga Belantara yang Belum Terjamah | WajibUntukTraveler (2016)


Meru Betiri merupakan hutan tropis dengan sungai spektakuler dan keanekaragaman satwa liar. Berslogankan “Home of Biodiversity”, Taman Nasional Meru Betiri merupakan salah satu taman nasional yang paling mengesankan di Pulau Jawa dengan ekosistem mangrove, hutan rawa, dan hutan hujan dataran rendah.

Kawasan Taman Nasional Meru Betiri secara administrasi pemerintahan terletak di Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Taman nasional ini terdiri dari 4 zona yaitu,  zona rimba seluas 22.622 Ha, zona pemanfaatan intensif seluas 1.285 Ha, zona rehabilitasi seluas 4.023 Ha, dan zona pemanfaatan khusus seluas 2.155 Ha.

Sebagian besar taman nasional ini dipenuhi oleh perkebunan karet dengan topografi berbukit-bukit berikut tebing yang curam. Kawasan Taman Nasional Meru Betiri bagian utara dan tengah merupakan hutan hujan tropika yang selalu hijau, sedangkan di bagian lainnya termasuk hutan dengan musim kering.

Taman nasional ini merupakan sebuat pot besar tempat tumbuhnya tanaman langka seperti bunga raflesia dan beberapa jenis tumbuhan lainnya seperti bakau, api-api, waru, nyamplung, rengas, bungur, pulai, bendo, dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan.
Di sini Anda dapat menyaksikan tingkah laku satwa liar yang eksotis seperti kumbang hitam, kura-kura, macan tutul, banteng, kera ekor panjang, ajag, kucing hutan, rusa, bajing terbang ekor merah, merak, penyu belimbing, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu ridel atau lekang.
Di Pantai Sukamade dibangun beberapa fasilitas sederhana untuk pengembangbiakan penyu. Taman ini juga merupakan tempat perlindungan harimau jawa yang langka dan mulai punah.
Taman ini terletak di salah satu daerah yang paling terpencil di Indonesia sehingga aksesnya termasuk sulit, bahkan pengunjung terpaksa menggunakan mobil 4WD. Letaknya yang terpencil membuat hutan ini jarang dikunjungi sehingga menjadi alasan mengapa hutan ini menjadi surga belantara yang belum terjamah keindahannya.
Taman Nasional Meru Betiri menawarkan pemandangan dan pengalaman yang luar biasa. Pepohonan dan satwa liar yang menjadikan hutan ini sebagai rumah dan habitat mereka akan menjadi atraksi menarik sekaligus bermanfaat bagi Anda. Menuju hutan ini membutuhkan stamina yang baik. Namun keletihan Anda akan terbayar lunas dengan pemandangan yang spektakuler dan udara hutan yang khas menyejukan kulit dan hati Anda. Pengalaman ini akan sulit Anda rasakan dan temukan di tempat lain di planet ini.

Anda juga bisa menapakkan kaki di beberapa tempat menarik di sekitarnya seperti:

Pantai Rajegwesi
Di pantai ini Anda bisa berwisata bahari seperti berenang, mengamati satwa dan tumbuhan, juga wisata budaya dengan mengunjungi desa nelayan tradisional.

Sumbersari
Di sini Anda bisa menemukan padang rumput seluas 192 hektar dan melihat tingkah laku satwa liar seperti sambar, rusa, dan kijang. Sebuah laboratorium alam untuk kegiatan penelitian yang sempurna.

Pantai Sukamade
Di sini Anda bisa berkemah, selancar angin, melihat penyu yang sedang bertelur, juga tempat pengamatan tumbuhan atau satwa.

Teluk Hijau
Menjelajahi hutan, wisata bahari, dan berenang. Alamya jelas akan membuai Anda jatuh ke pelukan kedamaian.

Aksesibilitas
Kawasan Taman Nasional Meru Betiri dapat dicapai melalui dua jalur :
  1. Jalur melalui Jember: Jember-Ambulu-Curahnongko-Bandealit sepanjang 64 Km dari arah Jember, dapat ditempuh selama 1,5 jam.
  2. Jalur melalui Banyuwangi:
  • Jember-Glenmore-Sarongan-Sukamade sepanjang 103 km, dapat ditempuh selama 3,5 - 4 jam.
  • Jember-Genteng-Jajag-Pesanggaran-Sarongan-Sukamade sepanjang 103 km, dapat ditempuh selama 3,5 - 4 jam.
  • Jember-Banyuwangi-Genteng-Jajag-Pesanggaran-Sarongan-Sukamade sepanjang 127 km, dapat ditempuh selama 4 - 4,5 jam.

Alternatif Tujuan di Taman Nasional Meru Betiri

Jalur Andengrejo-Bandealit
Pintu gerbang Andengrejo merupakan satu-satunya akses masuk menuju Bandealit. Di pintu gerbang ini, Anda harus membayar tiket masuk dan memperoleh informasi lengkap tentang taman nasional ini. Sepanjang perjalanan menuju Bandealit, Anda dapat melihat atraksi-atraksi seperti budeng yaitu monyet semacam lutung. Pohon Aren yang menguraikan buahnya sungguh memesona untuk pecinta alam atau fotografer.
Temukan juga kijang, bunga Rafflesia, dan pabrik kopi peninggalan Belanda yang sekarang dimiliki oleh PT Bandealit, kebun karet, serta masyarakatnya yang sedang memanen getah karet, kebun sayuran, pohon nyiur dan berjajar rapih, serta pohon durian yang aromanya selalu tercium.
Saat Anda mencapai pintu gerbang Bandealit yang jaraknya sekitar 14 km dari pintu gerbang Andongrejo, Anda wajib melaporkan ke kantor setempat.

Jalur Bandealit-Pringtali
Pringtali adalah padang savana yang menakjubkan. Akses menuju padang luas ini harus menuju Bandealit terlebih dahulu. Hal yang akan Anda temui di perjalanan ialah mengunjungi petani kelapa muda yang airnya menebus dahaga sangat Anda di hutan tropis ini.
Selain itu, bila wakunya tepat makan ada suguhkan kegiatan masyarakat memanen kopi. Gerombolan banteng (Bos javanicus)sekitar 30 ekor akan terlihat sesekali melalui jalur ini untuk mencari minum dan makan, tentunya saat malam hari. Hutan hujan tropis yang berkabut dan airnya yang hijau bersih akan menyegarkan mata dan pikiran Anda. Apalagi bila Anda dapat berjumpa dengan macan tutul di savana Pringtali di dalam mobil Anda, semoga saja beruntung melihatnya langsung.

Jalur Bandealit-Goa Jepang
Di jalur ini Anda akan menemukan pohon jati yang tegak menghalangi sinar matahari menembus celah-celah pepohonan. Sebuah perkampungan masyarakat lokal pun akan Anda temui dengan keramahan warganya yang bersahaja.
Bila Anda ingin memberi makan rusa timor, hal ini dapat Anda lakukan di penangkaran rusa di sebelah pusat informasi. Gombloh adalah selebriti lokal yang ternyata adalah rusa jantan yang sangat akrab dengan manusia.
Buah naga adalah hal yang unik yang akan Anda temui di jalur ini. Selain itu, anggrek liar yang indah dan bunga Ipomoea dapat menghibur Anda dengan warna-warnanya. Muara di dekat Bandealit dapat dimanfaatkan untuk beristirahat dan berkano. Pantai Bandealit sendiri merupakan garis pantai yang sunyi dan asri.
Lihatlah para nelayan menangkap ikan dan juga menawar hasil tangkapannya. Hal ini biasa dilakukan sebelum pengunjung menginap dan makan malam. Goa Jepang yang juga disebut bungker Jepang dapat Anda temui di daerah ini. Perjalanan menuju bunker sekitar 2 jam dengan berjalan kaki.

Jalur Banealit-Teluk Meru
Tanaman kopi merupakan hamparan yang akan Anda lihat di jalur ini. Pohon Glintungan (Bischofia javanica) yang tinggi berdiameter 2 meter patut Anda abadikan dalam foto.
Buah Gondang akan Anda temui yang rupanya sangat mirip apel. Buah ini tidak dapat dimakan karena dapat menjadi racun. Bila Anda ingin mengetahui tanaman rotan, maka di sinilah Anda dapat melihatnya. Rupanya penuh dengan duri pada batang dan daunnya.
Batu Ampar adalah daerah di tepi sungai yang airnya bersih. Beristirahatlah di sini sambil berendam walau hanya kaki Anda saja yang masuk di dalam airnya yang segar. Tempat pengamatan burung adalah lokasi yang sering dilakukan di daerah jalur ini. Burung kecil seperti burung madu, hingga elang dapat Anda nikmati di sini.
Mengkudu pun akan Anda lihat bila pandangan Anda cukup jeli melalui jalur ini. Bila lebih tertarik dengan ukuran pohon yang cukup besar maka beringin asli yang berumur puluhan tahun dapat Anda temui di jalur ini.
Sesampainya di Teluk Meru, buatlah tenda dan Anda mulailah menikmati alamnya dengan cara berkemping (camping). Pantai di teluk ini panjangnya 5 km dan dipotong oleh satu aliran sungai yang harus Anda sebrangi saat menyusuri pantai. Jangan khawatir, air sungai ini cukup dangkal dan berair tenang.

Jalur Meru-Permisan
Sungai kecil berbatu pasti akan menantang Anda, apalagi saat musim kepiting berkembang biak. Dua sungai akan bertemu di Kali Lanang. Di sinilah Anda beristirahat. Istirahat kedua dilakukan para petualang di Tumpak Dawung yang merupakan puncak bukit, sebelum menuju pantai Permisan Barat. Pantai di balik bukit akan Anda temui dan indahnya melebihi pantai Permisan Barat. Banyak orang berenang bahkan snorkeling karena terumbu karangnya yang masih sangat baik.

Jalur Permisan-Sukamade
Ikan blanak dan mujair akan banyak ditemui di hutan mangrove. Hanya 10 menit dari Permisan, Anda akan menemui air terjun landai yang membuat Anda ingin kembali menceburkan diri walau baru berenang di pantai. Jalur menuju Sukamade dari air terjun akan sangat menantang karena licin dan Anda banyak beristirahat di berbagai titik.
Pohon pinang, aren, dan semak belukar akan menemani Anda hingga savana selanjutnya. Ke Sukamade Anda perlu mengambil jalur kanan, setelah menuruni bukit terjal dari Pondok Muto. Jalur ke kiri akan membawa Anda ke Sumbersari.

Jalur Sukamade-Sarongan
Hal paling menarik ialah menyebrangi sungai dengan motor atau truk. Pengemudi seolah tahu titik mana yang harus dilalui tanpa meresikokan truk dan penumpangnya. Setelah 4 kilometer dari pantai Sukamade, perkampungan pegawai perkebunan PT Sukamade akan menyambut. Di sinilah Anda akan mengenal buah kakao atau coklat.

Akomodasi 
Bila waktu tak mengizinkan Anda untuk pulang malam hari dan Anda masih di Bandealit maka bermalamlah di salah satu pondok wisata. Yaitu berupa 2 rumah dengan fasilitas masing-masing 4 kamar tidur dan kamar mandi, tempat tidur springbed, air bersih, listrik (walau dipadamkan di malam hari), dan ruang tamu yang luas.
Di Pantai Sukamade tersedia penginapan 2 rumah panggung dengan 4 kamar dengan 2 tempat tidur di masing-masing kamarnya. Harga penginapan per malam hanya Rp 75 ribu dan bila ingin berkemah, terdapat camping ground di sekitar pantai.

Tips
  • Waktu terbaik untuk mengunjungi taman nasional sini adalah pada musim kemarau (April-Oktober) karena akses jalan ke taman nasional ini rentan terhadap banjir di musim hujan.
  • Sebelum memasuki kawasan taman nasional ini, Anda wajib melaporkan diri ke kantor pengelolaan taman nasional setempat, yaitu di:

Balai Taman Nasional Meru Betiri
Jl. Sriwijaya 53 , Jember 68101
Telp. / Fax: +62 331 335 535
Kotak Pos: 296
Email        : meru@telkom.net
Website    : www.merubetiri.com

sumber : http://pesonaindonesia.travel/D/ATT/20160827212145/0/0.html

WOW - Dari Sorong ke Waisai, Ibu Kota Raja Ampat | WajibUntukTraveler (2016)


Di beberapa tempat Kota Sorong yang sudah sangat maju, banyak terlihat pangkalan ojek dengan kumpulan pemuda-pemuda Papua berkulit legam dan berkaos kutung, duduk berlindung menjauh dari sengatan mentari. Diantara mereka nampak pula wajah-wajah dari etnis lain seperti dari Jawa, Makassar, juga Ambon yang sudah menjadi bagian dari masyarakat Papua Barat yang berbaur harmonis. Lambaian tangan dan senyuman selalu menjadi hal yang menandakan persahabatan.

Bandara Dominik Eduard Osok terletak sangat dekat dari jantung Kota Sorong yang ramai. Untuk pergi ke Raja Ampat, Kota Sorong biasanya dijadikan hanya sebagai kota transit untuk selanjutnya menuju Pelabuhan Rakyat, tempat berlabuhnya kapal feri yang menghubungkan pulau-pulau kecil di kepulauan Raja Ampat. Sedangkan perhubungan laut yang melayani pelayaran antar provinsi, dipusatkan di Pelabuhan Besar.


Dengan menggunakan taxi bandara atau Airport Taxi yang berupamobil minibus anda dapat melihat Pelabuhan Rakyat dalam hitungan 5 menit dari BandaraUdara. Kapal feri biasa, seperti Ave Maria, memakan waktu pelayaran ke Waisai, Ibukota Raja Ampat, selama 5 jam. Sedangkan kapal feri cepat (Kapal Cepat Exclusive Class, seperti MV Marina Express) dengan tariff seharga Rp 120,000 per orang akan mengantarkan anda ke Waisai dalam waktu 3 jam.

Nikmatnya Makan Pinang di pelayaran MV Marina Express
Adalah Dani, seorang pemuda kelahiran Waisai, Ibu Kota Raja Ampat, dari orang tua yang berasal dari Jawa Timur. Ia berdiri diterpa angin di lantai atas, tepatnya di atap MV Marina Express 6 yang terbuka. Beberapa jajaran kursi dibiarkan kosong tak diduduki karena panasnya matahari pukul 14.00 saat melautnya kapal feri ini. Dani memandang luasnya lautan, menikmati angin yang telah dikenalnya selama 21 tahun selama hidupnya di Waisai. Ia mencantumkan WTC di bagian belakang namanya. “Ini nama belakang saya, WTC”, jelasnya. Setelah ditanyakan lebih jauh, ia menjelaskan bahwa semua pemuda Waisai rata-rata mencantumkan WTC sebagai nama belakang, sebagai tanda kecintaan mereka pada tanah kelahiran. WTC adalah kependekan dari Waisai Tercinta.

 
Keramahannya tak dapat diabaikan. Sekantung benda asing dikeluarkannya dari tasnya, terbungkus dalam kantong plastik berwarna merah.Duduklah ia di atas lantai bagian belakang kapal, sambil mengajak dengan sopan. Dibukanya kantong plastik itu dan nampaklah tiga jenis benda yang sedikit asing bagi mereka yang biasa hidup di tengah kemoderenan. Buah pinang, bunga sirih, dan sekantung bubuk kapur barus disebutkan satu persatu. “Mari coba makan pinang”, ajaknya.

Makan pinang menjadi sebuah pengalaman yang menarik dan sangat jamak dilakukan oleh masyarakat di Maluku, Raja Ampat, Papua Barat, dan Papua, baik pria atau pun wanita.Selain rasa yang baru untuk lidah yang belum merasakannya, cara memakannya pun adalah suatu pengalaman teramat menarik. Memilih pinang muda, bukan pinang tua yang menguning, pun merupakan wawasan tambahan yang asik untuk diketahui. Mengupas kulit pinang yang masih muda berwarna hijau adalah hal yang mendekatkan antara dua orang yang belum saling mengenal. Serat pinang yang segar dikunyah hingga lumat dan cukup halus untukdi tambahkan bahan berikutnya; bunga sirih. Saat ditambah bunga sirih yang dibubuhi bubuk kapur putih, rasa teraneh mulai menyatukan pertalian persahabatan. Pinang selain untuk meminang, juga merupakan alat untuk bersosialisasi dan mengakrabkan perkenalan.

“Pinang lebih baik dari rokok. Ini tidak berbau dan tidak membuat sakit paru-paru. Makan pinang menguatkan gigi. Semua orang Papua punya gigi kuat, karena mereka makan pinang”, jelas Dani sambil meludahkan kelebihan air dari campuran serat buah pinang dan sirih berkapur. Warna merah dari bauran kapur dan sirih mulai nampak di sela-sela giginya yang bersih. Sedikit aneh bagi yang tak biasa, tapi kapan lagi merasakan sensasi otentik Papua kalau tak mencobanya.




Sambil menikmati serat-serat pinang yang memerah, Dani banyak mengenalkan serpihan budaya di Papua. Kasoami, makanan khas Maluku dan Papua,banyak di pulau Buaya yang ditinggali orang Buton. Nama Pulau Buaya muncul karena bentuknya seperti buaya, walau sebenarnya bernama Pulau Raam. Sejak kecil ia sering berenang dipantai berpasir putih Pulau Raam. “Makanan asli orang Butonitu Kasoami, bukan makanan asli orang Maluku”, jelas Dani.

Kapal terus meluncur membelah ria kombak bulan November yang tak dapat dirasakan dari atas kapal. Gelombang di bulan Juli hingga September biasanya bias menggoyangkan kapal sebesar MV Marina Express. Dani pun menunjukkan kalau sebelum Kota Sorong, Ibukota Sorongada di Pulau Doom yang seolah tak diacuhkan oleh kapal yang terus melaju kencang.
Merapat di Raja Ampat
Patokan yang menandakan kapal cepat hampir sampai di Waisai ialah terlihatnya Pulau Tiga. Pulau Tiga adalah jajaran tiga buah pulau – Mioskon, Saonek, dan Saonek Bondeh – yang berada dekat dengan pelabuhan kapal laut Waisai. Pulau ini akan terlihat seperti menjadi satu saat sampai di Waisai. Salah satu dari tiga pulau ini tampak berupa seperti kapal perang, yakni pulau bernama Pulau Saonek, tempat asal mula Ibukota Raja Ampat sebelum Waisai.

 
Setiap tanggal 25 Mei, di Raja Ampat diadakan festival rakyat Raja Ampat. Pada hari ini pesta ikan diselenggarakan, dan tiap orang dapat merasakan hidangan ikan bakar gratis yang disimpan di atasmeja yang dijajarkan disepanjang pantai di Waisai, ataupantai WTC, Waisai Tercinta.

Waisai akhirnya menyambut dengan warna-warna yang khas dan menjadi hidangan lezat bagi lensa-lensa para fotografer yang ingin menangkap gambar sisi lain Indonesia. Para porter bergerombol menawarkan jasanya.Bila anda seorang traveler bijak, maka anda akan terlebih dahulu membuat janji dengan salah seorang guide lokal yang akan membawa anda kepenginapan.Bila Anda lebih spontan, silakan manfaatkan keramahan para porter yang juga merangkap sebagai pengendara ojek atau sopir penyewaan mobil setempat.Waisai sendiri adalah kota yang barudi bangun dan beberapa pembangunan jalan serta fasilitas kota masih terlihat dalam pengembangan.

Satu hal yang penting untuk diingat, bahwa Waisai merupakan kota yang masih dapat menerima signal telfon genggam dengan baik. Keluar dari tempat itu, Anda harus selalu mempersiapkan diri untuk tidak dapat berkomunikasi sama sekali melalui telfon genggam. Selain itu, Waisai dapat menyediakan beberapa kebutuhan logistik yang relative lebih lengkap di Pasar Waisai, dekat dengan Kantor Pemerintah Daerah Raja Ampat di Waisai. Di daerah lain di luar Waisai, kebutuhan logistic sulit untuk didapatkan.

Adventure Indonesia - PapuaJl. Trikora No.2, PO Box. 152
Wamena 99511 - Irian Jaya Papua
E-mail: wamena@adventureindonesia.com

sumber : http://pesonaindonesia.travel/D/ATT/20160901110932/0/0.html
Sabtu, 08 Oktober 2016

HOT - 3 Destinasi di Bawah 1 Juta | WajibUntukTraveler (2016)

1. Desa Nglanggeran, Gunung Kidul, Jogjakarta
 
Desa Nglanggeran berada sekitar 22 km dari Jogjakarta dan memiliki bentangan wilayah yang berbukit-bukit serta belum terjangkau internet. Di sana kamu akan tinggal di rumah penduduk, belajar hidup di desa, belajar membatik topeng, tari Jathilan dan Reog, memasak kuliner khas Nglanggeran dan membuat kerajinan dari janur (daun kelapa yang masih muda). Selain itu, kamu juga bisa ikut rock climbing, trekking dan juga hiking ke Gunung Purba.

Untuk makan, kamu tidak perlu khawatir karena biaya Rp 100,000 untuk penginapan sudah termasuk makan 3x sehari. Sebelum mencapai Desa Nglanggeran, kamu juga bisa mengunjungi wisata alam lain di daerah Gunung Kidul seperti Pantai Indrayanti, Goa Kalisuci dan lain-lain dengan biaya sekitar Rp 250,000 untuk makan dan tiket masuk tempat wisata. Kamu cukup menyiapkan budget sekitar Rp 850,000 untuk harga tiket pulang pergi kereta api ekonomi Jakarta-Jogjakarta, penginapan di rumah penduduk, penyewaan mobil di Jogjakarta selama dua hari, kuliner di Jogjakarta dengan kisaran harga Rp 10,000 hingga Rp 20,000 dan tiket masuk wisata Gunung Kidul serta Desa Nglanggeran.


2. Cirebon
Cirebon tidak hanya terkenal dengan kerajinan batik, tapi juga dengan tempat-tempat wisata bersejarah dan kuliner khasnya. Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Goa Sunyaragi, Pemandian Air Panas Banyupanas Palimanan, Pusat Batik Trusmi, Pemandian Air Dingin Cibulan, Cikahalang, dan Setu Sedong adalah pilihan tempat wisata yang bisa kamu kunjungi di Cirebon dengan kisaran harga tiket masuk sekitar Rp 7,000 hingga Rp 15,000 per orang.

Selain wisata bersejarah, kamu juga dapat memanjakan perut di Cirebon dengan mencoba makanan-makanan khas Cirebon seperti Empal Gentong, Nasi Jamblang, Nasi Lengko, Sate Kambing Muda, Sate Kerbau, Tahu Gejrot, Es Duren, Kerupuk Melarat, Cocang, Bubur Sop Ayam dan Mie Koclok yang diberi harga antara Rp 5,000 hingga Rp 20,000 per porsi. Budget yang perlu kamu siapkan sekitar Rp 800,000 untuk tiket ekonomi dua kali perjalanan dengan kereta express Jakarta-Cirebon, sewa mobil di Cirebon per 12 jam dengan supir atau angkutan umum, dan juga penginapan di hotel yang dekat dengan stasiun kereta, dengan tarif Rp 200,000 sampai Rp 400,000 per malam.


3. Gunung Padang
Gunung Padang adalah sebuah wisata pra sejarah di Jawa Barat, tepatnya di dusun Gunung Padang dan Panggulan, Cianjur. Di Gunung Padang ini kamu bisa menyaksikan keindahan dan kemegahan batu-batu megalitikum yang disusun tidak beraturan dan menjelajah di malam hari dengan seorang pemandu dan menyaksikan indahnya galaksi bima sakti dari tengah-tengah bebatuan megalitikum.

Kamu juga bisa mengunjungi Curug Cikondang, sebuah air terjun setinggi 50 meter yang letaknya tidak jauh dari situs Gunung Padang dengan tarif masuk sebesar Rp 5,000 per orang. Situs Gunung Padang mulai dibuka pukul 08.00 pagi dengan tarif Rp 2,000 untuk turis domestik dan Rp 5,000 untuk turis mancanegara. Estimasi budget yang kamu butuhkan untuk mengunjungi dua tempat ini sekitar Rp 600,000. Di Gunung Padang, kamu bisa menyewa guest house dengan harga Rp 100,000 per malam. Perjalanan ke Gunung Padang membutuhkan waktu selama kurang lebih 2 jam dengan commuter line Jakarta – Bogor dan kereta api ekslusif Bogor – Stasiun Lampegan dengan biaya sekitar Rp 200,000 untuk dua kali perjalanan.

Di stasiun, kamu bisa menumpang ojek yang siap mengantar kamu dari Stasiun ke Gunung Padang dan Curug Cikondang dengan tarif Rp 20,000-Rp 50,000. Selama berada di Gunung Padang kamu bisa menginap di guest house yang disewakan dengan harga Rp 100,000 per malam dan makan di warung sekitar Gunung Padang dengan harga Rp 10,000 – Rp 30,000 per porsi.


Gimana?

Sumber : https://www.pegipegi.com/

HOT - Destinasi Wisata Gratis di 10 Negara Asia Tenggara | WajibUntukPelancong (2016)

Berlibur ke negara tetangga se-Asia Tenggara tentu sangat menyenangkan. Apalagi, untuk sesama negara anggota ASEAN, kamu nggak dibebani untuk membayar ongkos visa. Selain itu, berwisata di negara-negara Asia jaraknya nggak terlalu jauh dan bujet yang dikeluarkan lebih terjangkau. Kamu juga bisa mengunjungi beberapa obyek wisata yang nggak dipungut biaya di sana. Yuk, kita simak, apa aja obyek wisata gratis di 10 negara ASEAN berikut ini.

1. Tugu Monas, Indonesia

Kalau kamu sudah sampai di kota Jakarta, berkunjung ke Monumen Nasional atau Monas tentu nggak boleh terlewatkan. Tugu berbentuk lilin dengan lapisan emas di atas puncak ini memang menjadi ikon ibu kota. Untuk memasuki area Monas memang nggak dipungut biaya. Tapi, kalau pengin meihat kota Jakarta dari ketinggian 132 m, wisatawan bisa melihat keindahan Jakarta dari atas tugu dengan membayar tarif Rp 7.500* untuk dewasa dan Rp 3.500* untuk anak-anak. Tentunya masih banyak obyek wisata gratis di Jakarta yang nggak kalah menarik dan gratis.

2. Merlion Park, Singapura

Negara Singapura memang terkenal dengan sosok singa yang memiliki sirip seperti ikan duyung. Berkunjung ke Singapura memang belum lengkap rasanya kalau nggak mampir dan berfoto di depan patung singa Merlion Park. Nggak heran kalau taman ini selalu ramai dipenuhi turis-turis asing termasuk dari Indonesia. Setelah puas berfoto, kamu bisa jalan-jalan dan mengunjungi berbagai obyek wisata menarik lainnya di Singapura.

3. Stesen Kuala Lumpur, Malaysia

Negeri Jiran Malaysia memang nggak asing lagi dengan Menara Petronas yang menjadi lokasi perburuan wisatawan. Kalau kamu sudah pernah ke sana, kamu bisa berwisata ke Stesen (stasiun) Kuala Lumpur, tentunya nggak dipungut biaya alias gratis. Bangunan klasik khas Eropa di Stesen Kuala Lumpur ini instagenic banget, pas untuk menjadi spot kece buat berfoto.


4. Monumen bersejarah di Phnom Penh, Kamboja

Di Phnom Penh, Kamboja terdapat banyak bangunan dan monumen bersejarah seperti Monumen Persahabatan Kamboja-Vietnam dan Monumen Kemerdekaan. Monumen Persahabatan Kamboja-Vietnam didirikan pada tahun 1970, setelah Kamboja bersama dengan angkatan perang Vietnam digulingkan Pol Pot dan kekuasaan Khmer Merah. Monumen ini cukup ramai dikunjungi pengunjung untuk berfoto-foto. Setelah itu, kamu juga bisa kunjungi Monumen Kemerdekaan yang berlokasi nggak jauh dari Monumen Persahabatan Kamboja-Vietnam.


5. Monumen Billiont Barrel, Brunei

Salah satu obyek wisata yang terkenal di Brunei Darussalam adalah Monumen Billiont Barrel yang dibangun tahun 1991. Sebagai salah satu negara penghasil minyak di dunia, pembangunan monumen ini ditujukan untuk memperingati satu miliar tong minyak yang telah diproduksi di ladang minyak lepas pantai di Seria. Kamu pun bisa menikmati keindahan Pantai Seria dari Monumen Billiont Barrel yang merupakan kebangaan besar para kesultanan Brunei.