WOW - Camp Leakey : Kisah Sebuah Rumah bagi Orangutan yang Terancam Punah | WajibUntukPecintaAlam (2016)
| 00.17 |
Apabila Anda ingin menjadi saksi kehidupan orangutan yang terancam punah di habitat asli mereka maka Kalimantan tentu akan muncul di kepala Anda. Ya, Kalimantan atau Borneo kabarnya merupakan habitat bagi tiga perempat jumlah total orangutan di dunia; jumlah yang besar jika tidak mengingat bahwa ¾ itu pun terancam punah karena populasinya kian berkurang.
Adalah Camp Leakey, sebuah pusat penelitian yang kemudian memperlengkapi fungsinya menjadi pusat rehabilitasi orangutan sekaligus penyelamatannya. Lokasi camp ini tepat di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Camp Leakey sudah berdiri sejak 1971 dan hingga kini masih bertahan. Dapat dikatakan Camp Leakey adalah rumah rehabilitasi (bagi primata) yang paling lama di kawasan tersebut.
Sejak berdiri 41 tahun yang lalu,
keberadaan Camp Leakey telah memberikan kontribusi besar bagi keberadaan
dan kelangsungan hidup orangutan khususnya dan dunia ilmu pengetahuan
umumnya. Hingga kini Camp Leakey masih merupakan pusat penelitian yang
aktif mendukung usaha penelitian belasan ilmuwan dan mahasiswa baik dari
Indonesia maupun Amerika Utara. Keragaman dan kekayaaan hutan tropis
Kalimantan telah mengundang berbagai ilmuwan untuk menelitinya. Proyek
penelitian pun beragam, mulai dari mempelajari ekologi dan prilaku
orangutan, monyet, ekologi sungai, dan lainnya.
Keberadaan Camp Leakey juga telah
membuat dunia internasional mengenal primata yang satu ini. Menyadarkan
betapa terancamnya hidup mereka sehingga manusia di belahan dunia
manapun perlu turut menjaga dan melestarikannya. Pembalakan liar,
kebakaran, dan alih fungsi hutan sebagai kawasan perkebunan komersil
(misalnya sawit) jelas-jelas mengancam habitat alami orangutan. Belum
lagi perburuan orangutan untuk dijual sebagai hewan peliharaan adalah
tantangan yang lain lagi.
Untuk itulah peran Camp Leakey terasa sangat berarti. Sebab, camp ini
menjadi semacam rumah bagi orangutan liar dan orangutan yang pernah
ditangkap. Di sini hewan tersebut mendapat tempat rehabilitasi sebelum
dilepas ke hutan liar.
Pelepasan orangutan pun tidak di sembarang hutan. Mereka dilepaskan masih di kawasan Taman Nasional Tanjung Putingdan di Suaka Margasatwa Sungai Lamandau,
juga di beberapa kawasan lainnya. Kawasan-kawasan hutan tersebut
termasuk hutan yang dilindungi pemerintah dan karenanya dijaga dari
aksi-aksi pemanfaatan hutan yang berlebihan serta tidak bertanggung
jawab, seperti perburuan satwa, pembalakan liar, dan lainnya. Status
hutan lindung ini diharapkan menjadi tempat yang aman bagi orangutan
dimana sekaligus merupakan paru-paru Bumi.
Masyarakat atau wisatawan berkesempatan
mengunjungi kawasan Camp Leakey dan melihat dari dekat kehidupan
orangutan dengan didampingi oleh guide lokal. Untuk masuk ke kawasan ini, pengunjung harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari polisi hutan (check-in).
Wisatawan atau pengunjung dapat melihat orangutan pada jarak yang aman
dan hendaknya tidak mengganggu ilmuwan yang sedang beraktivitas di kamp
tersebut.
Daya tarik utama dari Camp Leakey adalah tempat memberi makan orangutan (feeding platform).
Di tempat tersebut, makanan disediakan oleh para staf dan ditaruh di
atas balai-balai bambu bagi orangutan liar dan orangutan yang pernah
ditangkap. Hal itu membuat orangutan tidak kekurangan makanan saat musim
sedang tidak bersahabat atau tidak menyediakan cukup makanan.
Selain tempat tersebut di atas, Anda
dapat juga mengunjungi sebuah bangunan yang mendokumentasikan upaya dan
langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Dr. Biruté Mary Galdikas
selama lebih dari 40 tahun. Dr. Biruté Mary Galdikas adalah presiden
bagi Orangutan Foundation International (OFI), sebuah yayasan yang ia
gagas bersama koleganya untuk menunjang kegiatan dan keberadaaan Camp
Leakey.
Dr. Biruté Mary Galdikas adalah seorang
ilmuwan dari California yang memiliki ketertarikan besar dalam meneliti
kehidupan orangutan. Tahun 1966, setelah ia mendapatkan gelar masternya
di bidang antropologi di University of California at Los Angeles (UCLA),
Dr. Galdikas menemuai Dr. Louis Leakey dan menyampaikan ketertarikannya
tersebut. Leakey adalah juga mentor bagi Jane Goodall and Dian Fossey,
para ilmuwan yang terkenal karena meneliti simpanse dan gorila gunung.
Pada awalnya, Dr. Leakey tidak tertarik membantu Dr. Galdikas namun
berkat keseriusan Dr. Galdikas dalam meyakinkan Dr. Leakey atas niatnya,
tiga tahun kemudian mereka berhasil mendapatkan dana bagi
penelitiannya. Nama kamp atau pusat penelitian tersebut pun diambil dari
nama belakang sang mentor yang merupakan paleo-anthropologist
legendaris, yaitu Leakey.
Dr. Galdikas adalah orang yang paling
berpengaruh di dunia dalam hal pelestarian orangutan. Atas kepeduliannya
tersebut, ia telah mendapatkan sejumlah penghargaan baik nasional dan
internasional. Dari pemerintah Indonesia, ia mendapatkan Kalpataru,
sebuah penghargaan tertinggi bagi pahlawan lingkungan dan alam
Indonesia. Selain itu, ia juga mendapat penghargaan Tyler Prize for
Environmental Achievement, Gold Medal for Conservation, Chester
Zoological Society (UK), PETA Humanitarian Award, United Nations Global
500 Award, dan sejumlah penghargaan penting lainnya.
Anda dapat menghubungi agen wisata
berikut ini guna mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai tur di Camp
Leakey, termasuk info penerbangan, biaya, dan trip arrangement.
Adventure Indonesia - BorneoMr. Yatno
Jl. H.M. Idris, RT 06 no. 477
Kumai Hulu, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah
Jl. H.M. Idris, RT 06 no. 477
Kumai Hulu, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah





0 komentar:
Posting Komentar